Keanekaragaman pangan sangat membantu
ketahanan pangan suatu negara, karena tak menggantungkan hanya dari satu bahan
pangan yang berdampak ketersediaannya. Makanan yang dianjurkan oleh Dinas
Kesehatan ialah makanan dengan gizi seimbang yaitu vitamin, protein,
karbohidrat, serat, lemak dan mineral. Komponen ini harus ada untuk kecukupan
gizi yang diharapkan.
Pola makan yang sehat juga bisa
dilihat dari banyaknya konsumsi suatu makanan tertentu. Misalnya daging ayam,
pangan ini jika terlalu sering dikonsumsi akan berakibat menumpuknya lemak dan
kekurangan serat. Pada segi tersebut kita harus mencari alternatif lain yang
mirip bentuk, tekstur dan rasanya pula. Bagi para ibu masalah seperti ini pasti
ada cara jitu agar anak-anaknya mau memakan sayur-sayuran untuk mengurangi
kecenderungan mengonsumsi daging-dagingan yang berdampak pada tumbuh kembang
anak.
Jamur tiram
merupakan salah satu solusi yang baik untuk hidup sehat. 100 persen sayuran
dan bersih; mengandung protein tinggi dan kaya vitamin-mineral; rendah
karbohidrat, lemak dan kalori; bagus untuk liver, pasien diabetes, dan
menurunkan berat badan; berserat tinggi membantu pencernaan; antiviral dan
antikanker; mudah memasaknya dan mudah dicerna.
Kebutuhan pasar di Solo sebanyak 30
ton perharinya sudah membuktikan bahwa konsumen tau manfaat produk pertanian
yang satu ini. Namun kenyataannya para petani jamur belum mampu memenuhi
permintaan pasar. Harga yang cukup terjangkau sekitar Rp 9.000,- hingga Rp
14.000,-/kg menjadi peluang tersendiri bagi peminat usaha budidaya jamur tiram.
Pemeliharaan jamur tiram ini membutuhkan ruang
yang cukup sirkulasi udara serta suhu dan kelembabannya pun harus tetap terjaga.
Kandang/kumbung jamur ini sebelum digunakan haruslah seteril dari berbagai hama
dan jenis jamur yang tidak dikehendaki menggunakan pestisida dan fungisida. Bambu
yang merupakan bahan kontruksi dominan dalam kumbung juga perlu tindakan
penyemprotan formalin, supaya totor (sejenis serangga perusak) tidak muncul. Pemberian
gamping pada tanah juga mencegah timbulnya rayap atau sebaiknya di cor saja
untuk lebih praktis.
Bibit jamur tiram dikemas pada sebuah media
baglog yang berisi serbuk kayu dan ditambah nutrisi. Baglog akan terisi penuh
oleh akar halus berwarna putih (misilieum) biasanya pada hari ke-30 setelah
dimasukan dalam kumbung. Rentang waktu 3-4 hari kemudian akan muncul pinhead
atau bakal jamur yang akan berkembang. Dengan penyemprotan air yang tepat dan
nutrisi yang cukup maka hasil produksinya akan sesuai dengan keinginan pasar. Setiap
baglog bisa dipanen 6 kali siklus dan hasil tiap pemetikan bisa 2/3 berat
baglog. Ketika panen raya bisa mencapai 20 kg lebih dan berlangsung lama, ini
terjadi pada kumbung yang berisi 2000 baglog.
Bidang usaha budidaya jamur tiram memiliki
masa depan yang berkesinambungan, karena hasil panennya bisa dikemas menjadi produk
lain. Limbah serbuk kayu yang sudah tak produktif lagi pun bisa dijadikan pupuk
bagi lahan tanah pertanian. Maka tak ada lagi yang terbuang percuma dan menambah
penghasilan juga.
Kami menerima pembelian baglog F4 dengan harga satuan Rp 2.500,- (belum termasuk ongkir) dan minimal pemesanan sebanyak 2000 baglog.
Pengiriman setelah sebulan pemesanan dan melunasi pembayaran.
Kami juga melayani pemesanan jamur tiram secara eceran dan mendistribusikan panen jamur tiram Anda di Solo dan sekitarnya.
Hubungi kami untuk selengkapnya:
Gunawan 08995338511
Aziz 08980590821
(sw/sta)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar